Tips Memotret Bulan (Fullmoon)

Fenomena Supermoon, yakni bulan yang menjadi lebih besar dan terang dari sebelumnya ketika berada di titik terdekat dengan bumi. Ini tips untuk mengabadikannya.

Sebenarnya puncak terjadinya fullmoon pada malam hari Minggu (23/6), bulan akan menjadi lebih dekat ke Bumi daripada sebelumnya sekitar 10-14% dari total jarak 221.824 kilometer, dan juga lebih terang hingga 30%. Namun mungkin malam ini bulan masih terlihat menarik dan mungkin Anda masih ingin mengambil gambar.

Percobaan Take photo

fullmoon 230613

Full Moon Blues Baby

Memotret fenomena ini tidak memerlukan banyak peralatan khusus, tetapi diperlukan beberapa tips penting. Jason Mrachina, seorang fotografer profesional mengatakan, untuk dapat mengabadikan fenomena ini agar tidak hanya tampak di foto sebagai bulatan putih saja, kita perlu berpikir seperti kamera, seperti dinukil Space.com.

“Ini mirip seperti mengambil gambar bola lampu dalam sebuah ruangan gelap. Ketika Anda mengambil gambar pada malam hari, perbedaan relatif antara terang dan gelap sangat tinggi,” katanya.

Untuk memulai, Anda harus menggunakan tripod untuk menghindari hasil gambar yang blur. Ia juga merekomendasikan untuk menggunakan lensa panjang, umumnya 200 milimeter atau lebih panjang, untuk mendapatkan hasil gambar yang baik.

“Jika Anda mengambil foto dengan kamera ponsel, dengan poin sudut lebar dan mengambilnya tanpa optical zoom, bulan akan terlihat kecil dalam gambar. Dengan terlalu lebarnya sudut, Anda tidak akan mendapatkan objek yang cukup besar untuk memenuhi frame,” paparnya.

Tips penting lainnya untuk mengatur kontras antara terang dan gelap dalam mengambil foto Supermoon adalah dengan menyesuaikan pengaturan kamera. Pengaturan ini melibatkan secara manual pengaturan shutter speed dan aperture , yang berfungsi sebagai iris dari kamera dan mengatur berapa banyak cahaya yang dapat masuk ke lensa, kemudian mengubah ISO, yang mengacu pada kepekaan foto dalam kamera.

Jason menambahkan, pada fenomena Supermoon bulan akan terlihat sangat terang dan bergerak cepat, untuk itu Anda perlu menggunakan kecepatan rana yang juga cepat. Anda harus memiliki kecepatan rana yang dapat menangkap frame dan menghentikan gerakan bulan, seraya tetap menjaga objek untuk tetap terekspos dengan baik.

Berikut rekomendasi pengaturan manual untuk kamera genggam dan untuk yang menggunakan bantuan tripod:

1. Tripod

– ISO 100-200

– Aperture f/11 – F14

– Shutter (Rana) 1/125 – 1/250

2. Genggam

– ISO 800-1000

– Aperture f/8 – 9

– Shutter (Rana) 1/1000 – 1/1500

Menurut Jason, Anda dapat mengambil foto fenomena ini dari mana saja, asalkan langit dapat terlihat dengan jelas. Tetapi hasil yang paling spektakuler mungkin dapat datang dari lokasi yang tidak lembab dan minim polusi cahaya.

Untuk gambar yang lebih artistik, ia merekomendasikan untuk mencari suatu objek yang dapat menampilkan di depan bulan. Sebuah pohon, bangunan atau garis pagar adalah beberapa di antaranya.

Sementara untuk menciptakan efek yang lebih dramatis, cobalah berdiri sedikit lebih jauh dari objek akan dijadikan siluet tersebut. Anda bisa mempersiapkan untuk mengabadikan fenomena langka ini sedini mungkin pada petang hari.

Selamat mencoba

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Danang Images

My Blog, My Inspiration

Insan Swadesi

Dahulukan usaha, baru cari bantuan

iKKi FotoNote's

Rekam Jejak Idup Anda Dengan Blog, Lets Go-Blog

classphotography

tips photography dan teknologi photography terbaru

herdailydigest

Travel. Explore. Share.

Lora Mercado

Life. Art. Photography.

ATELIER c157

- ART & PHOTOGRAPHY -

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

%d bloggers like this: