Memilih Jenis Lensa

Lensa kamera berfungsi sebagai sebuah Mata bagi kamera digital SLR , hal yang paling utama dalam menentukan apa dan bagaimana kamera Anda akan melihat subjek Anda dan seberapa baik pandangan yang ditransmisikan ke chip sensor kamera. Hal yang terdengar sangat mahal (seperti juga Mata manusia), iya.. Lensa memang terkadang amat mahal yang harganya bahkan dapat mengalahkan body kamera dan perlatan pendukung lainnya. Hal tersebut amatlah wajar, karena pengembangan fotografi lebih banyak didedikasikan untuk mengembangkan teknologi lensa yang semakin baik. Namun seperti juga untuk barang-barang kebutuhan lain, secara wajar pula, saat Anda memutuskan untuk membeli sebuah lensa untuk Kamera SLR Digital jangan pula mengabaikan sisi ekonomisnya atau melakukan sebuah penghematan. Hal bijak tentunya bila kita dapat mengkombinasikan prinsip “Lensa sebaik-baiknya dengan harga sebagus-bagusnya” yang tentunya dalam acuan “Kebutuhan”.

Lenses

Berikut beberapa pertimbangan dalam memilih lensa yang tentunya masih secara umum (bukan kebutuhan khusus). Mungkin saja beberapa pertimbangan ini dapat membantu Anda dalam memilih lensa yang efektif untuk kebutuhan Anda.

Pada kamera SLR digital, panjang fokus lensa (Focal Length) merupakan hal yang dijadikan ukuran dalam membedakan jenis lensa, yaitu jarak antara lensa dan sensor gambar, biasanya diukur dalam satuan milimeter. Lensa dapat diklasifikasikan menjadi subkelompok seperti Lensa prime, Lensa makro, Lensa wide angle, Lensa normal, Lensa tele, dan lensa zoom. Ukuran lensa juga disebutkan dalam nilai f-stop yaitu seperti lensa 50mm F2.0 atau lensa 80 mm 1.4F. Kita akan uraikan sedikit satu persatu disini.

Lensa Prime:

Lensa prime merupakan lensa yang memiliki panjang fokus lensa yang tetap, contoh lensa 50mm 1.4f. Karena panjang fokus yang tetap, maka tidak akan bisa melakukan zooming, dan terpaksa harus mendekati atau menjauhi objek bila ingin menyesuaikan frame. Keuntungan dari lensa prime adalah kedalaman fokus yang lebih tajam dan lebih cepat, Anda juga mungkin akan mendapatkan latar bokeh yang sangat halus. Kebutuhkan lensa ini untuk melakukan pemotretan objek yang terkondisikan atau objek yang dalam kontrol Anda, misal, foto model.

Lensa Makro :

Lensa Marco adalah lensa yang digunakan untuk melakukan pemotretan objek yang sangat dekat (kurang dari 15 cm dari objek), terkadang lensa makro dapat mengambil objek dalam jarak 0 mm. Penggunaan lensa makro akan membangun gambar yang sangat detail dan mendramatisir. Terkadang digunakan untuk extreme close up pada objek kecil seperti aster, uang, atau produk-produk advertising.

Lensa wide-angle:

Merupakan lensa yang memiliki panjang fokus pendek. Focal length yang pendek ini akan menghasilkan efek visual “mendorong” objek menjauh dari Anda dan membuatnya terlihat lebih kecil. Keindahan lensa wide-angle adalah Anda dapat relatif dekat dengan objek Anda saat pengambilan gambar, dan tetap mendapatkan latar belakang horizontal yang sangat lebar.

Satu masalah dengan lensa wide-angle dikenal sebagai konvergensi, yaitu distorsi yang membuat struktur vertikal muncul atau berkumpul ke arah tengah frame. Sebuah cara untuk memeriksa apakah lensa wide-angle Anda memiliki konvergensi adalah dengan mencoba mengambil beberapa gambar tes sebelum membelinya. Contoh lensa wide-angle adalah 15mm, 17mm, 24mm dan 28mm.

Lensa normal:

Lensa normal merupakan lensa yang mencoba untuk meniru bagaimana mata manusia melihat dan merupakan lensa yang paling serbaguna yang dapat Anda gunakan. Beberapa contoh dari lensa normal adalah lensa 35mm, 50mm, 65mm dan lensa 80mm normal.

Lensa tele:

Lensa tele memiliki focal length yang panjang (secara fisik pun lensa tersebut akan sangat panjang), biasanya 100mm atau lebih. Sebuah lensa dengan focal length panjang akan membawa objek lebih dekat dengan Anda dan meningkatkan ukuran objek dalam frame. Contoh lensa 100mm, 250mm, 300mm, 800mm. Apa Anda pernah melihat fotografer yang berjejer di pinggir lapangan bola. Bila sebuah foto seorang pemain bola sedang berlari membawa bola muncul pada halaman muka sebuah surat kabar, sudah dipastikan, foto tersebut diambil dari pinggir lapangan bola menggunakan lensa tele.

Lensa Zoom :

Lensa zoom merupakan lensa yang paling istimewa karena bisa sangat fleksibel. Jenis lensa bervariasi dalam panjang fokus interval, biasanya cukup jauh, misal 18-55mm, 24-70mm, atau 18-200mm, bahkan 70-300mm. Fleksibilitas yang ditawarkan juga seperti wide-angle, tele, dan wide-angle ke telefoto. Dengan lensa zoom, kita dapat menggunakannya dalam segala situasi. Ukuran focal length pada lensa zoom biasanya selalu diikuti oleh interval nilai f-stop, contohnya adalah 24mm – 300mm f3.5-F5.6, yang berarti f-stop terendah pada kisaran 24mm dapat menghadirkan f-stop hingga f3.4 dan ketika zoom untuk 300mm f-stop terendah yang dapat dihadirkan hanya f5.6. Namun ada sebagian lensa yang dapat menghadirkan f-stop tetap pada seluruh rentang lensa, misalnya 18-55mm f2.8, yang berarti f-stop dapat tetap konstan dalam zoom in terjauh dan zoom out terdekat. Jenis lensa ini biasanya sangat mahal, namun layak dibeli bila memang kita punya kelebihan dana, hal yang cukup pantas dimiliki sesuai dengan kualitas gambar yang dihasilkan.

Lensa Zoom wide-angle to normal, Sumber Google

Click Here Lensa Zoom normal to tele, 55 – 250 mm, Sumber Google

Ketika belanja untuk lensa zoom, jangan lupa selalu memeriksa penilaian Kisaran f-stop. Lensa zoom dapat memberikan fleksibilitas semua dalam satu lensa.

Memahami kelompok-kelompok yang berbeda dari lensa dapat membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat, yaitu  tentang untuk apa sebuah lensa Anda beli, apakah sesuai dengan kebutuhan Anda dalam periode waktu tertentu. Kenapa demikian? Karena pada akhirnya seorang fotografer harus memiliki banyak jenis lensa seiring dengan perkembangan pelayanannya pada dunia fotografi prefesional.

Nah, siapkan diri Anda untuk memilih jenis lensa sekarang. Saran saya, mulailah dari Lensa Zoom normal 18mm-55mm f3.5-f5.6, kemudian baru tambahkan sedikit lensa normal ke tele 55mm-250mm. Selamat mencoba

Previous Post
Leave a comment

8 Comments

  1. agus lampung

     /  March 27, 2013

    Ass..lgsung aj mz,. ªkυ͡ baru bljar moto ms, sering moto untk dokumentasi/hajatan.
    Kira2 yg pas makai lensa jenis apa y?
    Tq atas jwbnya.

    Reply
    • waalkmslm, mas Agus, langsung aja juga ya.. hehe
      Saran terbaik yang paling ingin digunakan fotografer jarak tertentu (jarak dapat ditentukan) pastilah lensa prime. Namun kelemahannya adalah Anda harus maju dan mundur untuk memenuhi atau mengurangi frame. Cuman kalo kendala itu dapat Anda atasi, maka hasil dramatisir untuk foto situasi dengan lensa prime adalah terbaik. Namun bila Anda tidak yakin mampu mengatasi jarak foto, paling aman gunakan lensa zoom dengan range focal yang cukup, seperti 18 – 250 mm untuk indoor gedung yang cukup luas. Semoga dapat menjawab pertanyaan Anda, terimakasih..

      Reply
  2. putra

     /  November 9, 2013

    lensam 18-250 mm itu jarak sampai berapa meter ??
    buat foto acara wisuda jarak jauh bisa tidak masih kelihatan wajah

    Reply
    • Mungkin maksud brader Putra jarak efektif objek msh dlm batas ketajaman gambar yg baik bagi lensa 18-250mm. Tentunya dengan range sepanjang itu, brader dapat efektif dalam range jarak yg juga panjang. Berdasarkan saran para ahli gunakan jarak objek antara 2-15 meter saja. Lebih jauh mungkin masih oke hingga 50 meter, namun itu sangat membutuhkan kekuatan tangan krn sangat mungkin menggunakan speed rendah. Kemungkinan miss focus juga sangat besar, sarannya usahakan jarak itu saja yg terbaik. Thx dh mampir

      Reply
  3. arf

     /  November 23, 2013

    permisi mas, mau tanya untuk lensa tele sama lensa zoom untuk hasil lebih tajeman mana? kemudian motret minim cahaya bgus mana?
    menurut sampean yang recomended lensa tele tamron 70-300mm atau sigma 70-300mm, atau egk dua-duanya?

    makasih atas sarannya..

    Reply
    • Terimksih agan Arf atas partisipasinya. Untuk menjawab pertanyaan agan, untuk ketajaman gambar sebenarnya msh tergantung dg parameter lain, yaitu jarak objek, pencahayaan dan setting2 lainnya. Klo dianggap hal2 tsb kita anggap oke semua, saya rasa tentunya tele lebih tajam, hasil bokehnya juga mantap bgt. Cuman kekurangan tele, jaraknya hrs jauh, namanya juga tele, jarak objek yg dpt dijangkaunya lbh jauh dari lensa zoom biasa. Focal length tele diatas 300mm. Dan agan butuh tripot, tangan kita gak kan mampu nahan gak goyang, ini juga mempengaruhi ketajaman.
      Untuk motret minim cahaya gak dipengaruhi jenis lensa agan, itu lebih dipengaruhi settingan ISO kamera, kamera yg bagus yg tidak noise di ISO tinggi, biasanya kameranya mahal gan.
      Untuk pertanyaan lensa tamron dan sigma, infonya msh kurang gan, utk f-stop berapa gan? Yang bagus f-stop yg paling kecil, apalagi yg f-stop konstan sepanjang focal length. Anggap aja semua parameter sama ya gan, saya lebih suka Sigma, biasanya kualitasnya lbh baik. Hanya teliti membeli ya gan, ada juga kadang laporan kerusakan pada mekanisnya, dan yakinkan autofocusnya jalan mulus di kamera agan. Tamron biasanya berbunyi agak kasar.
      Demikian jawaban ane gan, semoga memuaskan.

      Reply
  4. arf

     /  November 23, 2013

    makasih mas, masukannya sangat membantu dan memuaskan..
    rencananya mau beli Sigma 70-300mm f/4-5.6 DG menyasuaikan budget.
    kalau untuk motret macro mnggunakan lensa kit+extensin tube apa bisa dapet hasil maksimal mas? apa perlu ganti lensa?

    mohon maaf banyak tanya

    Reply
    • Hasil maksimalnya lensa kit memang tidak sebaik lensa makro gan. Dan pengalaman saya juga selalu problem di autofocusnya. Bila pengen motret macro, rubah setting autofocusnya ke manual, lalu atur jarak objek dan zoom in. Dengan byk latihan nanti agan akan mahir. Sambil nabung buat beli macro lens tentunya.. :)

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Danang Images

My Blog, My Inspiration

Insan Swadesi

Dahulukan usaha, baru cari bantuan

iKijadul PhotoNote's

Mari berkreasi untuk ciptakan Indonesia yang kreatif

classphotography

tips photography dan teknologi photography terbaru

herdailydigest

A Woman's Take of Her World

Lora Mercado

Life. Art. Photography.

ATELIER c157

- ART & PHOTOGRAPHY -

Matt on Not-WordPress

Stuff and things.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: